Wednesday, August 22, 2012

Pemekaran Sukabumi Gagal Total

CICURUG- Pemekaran Kabupaten Sukabumi nampaknya gagal total. Keberuntungan Kabupaten Sukabumi Utara (KSU) untuk masuk pembahasan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI seakan belum berpihak. Parahnya, seminggu terakhir beredar jika Pemkab Sukabumi telah menerima surat dari Mendagri Gamawan Fauzi yang memutuskan menghentikan penggodogan wacana pemekaran.
Saat ini, hanya wilayah Pangandaran saja yang masuk Prolegnas DPR RI. Seakan menghibur diri kerja keras Kaum pergerakan perjuangan Sukabumi utara mengganggap ini bukan sebuah kegagalan pemekaran, namun tertahan dan tertunda. Tetapi jelas kondisi ini menuai kekecewaan. Pasalnya, saat ini kaum pergerakan meminta pemerintah Sukabumi bertanggung jawab dengan kondisi saat ini dengan menjelaskan kenapa bisa tidak masuk prolegnas.


Koordinator Majelis Percepatan Pemekaran (MPP) Kabupaten Sukabumi Utara, Surya Aji purnomo menegaskan masyarakat merasa kecewa dan akan bertanya dimana pertanggung jawaban anggaran Rp9 miliar yang digunakan untuk biaya operasional kajian pemekaran. “Sebab dengan tidak masuknya bahasan pemekaran Sukabumi Utara, anggaran yang nilainya fantastik itu sia-sia terbuang,” katanya.
Tak hanya itu, Surya menegaskan, legislatif dan eksekutif harus memberikan penjelasan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi terkait mandegnya bahasan KSU ke Prolegnas. “Saat ini saja, saya sebagai tim perjuangan KSU masih bertanya kenapa bisa tertahan dan terdahului pangandaran. Maka saya minta penjelasan secara detail kepada masyarakat langsung,” ungkapnya.
“Ini pun yang menjadi persoalan kenapa setiap ada tahapan Pemekaran yang sulit pemerintah tidak ingin menjelaskanya,” imbuhnya.

Di tempah terpisah, Sekertaris Presedium KSU, Rusli Siregar menjelaskan yang menjadi persoalan kegagalan bermuara dari politicalwill dan goodwill pemerintah daerah, tak ketinggal faktor lain yang juga penting adalah Logistik. Sedangkan KSU itu sangat jauh kemajuanya di banding Pangandaran, dimana pemerintahnya, kaum pergerakan dan masyarakatnya saling mendukung layaknya dayung bersambut.
“Jelas KSU masih banyak kelemahanya, dengan tertahannya prolegnas, ini menjadi sebuah pengalaman bahwa pemekaran terwujud setalah adanya rasa satu tujuan dan dukungan dari berbagai aspek,” ujarnya.
Menurut Rusli jika pemerintah Sukabumi jika ditanya tertahannya prolegnas ini pastinya ada jawaban yang muluk muluk dan merasa ikut kecewa, Tapi itu hanya alasan belaka. “Sebab dalam hatinya riang gembira karena mereka lah yang tidak ingin pemekaran ini sukses,” tandsanya.

Sementara, beredarnya surat pembatalan pemekaran ini muncul dari Himpunan Aspirasi Rakyat Tolak Pemekaran (HARTOPS). Dalam pesan singkat yang diterima Radar secara beruntut, HARTOPS bersyukur atas penolakan pemekaran daerah ini. “Kabupaten Sukabumi tetap satu, sampai kapanpun,” begitu bunyi SMS yang dipastikan disebar Yance, selaku ketua daripada organisasi itu. Yance sendiri, sampai kemarin masih sulit dihubungi. (dri/veg)

Sumber :
http://radarsukabumi.com/?p=8604
12 April 2012

No comments:

Post a Comment